Setiap perusahaan perlu manajemen persediaan, terutama bisnis di industri ritel dan manufaktur. Keefektifan operasional bisnis tergantung pada manajemen stok yang baik. Sistem ini mengelola dan mengklasifikasikan inventaris, serta menjaga catatan yang akurat.
Manajemen persediaan yang kurang efektif dapat meningkatkan risiko data yang salah. Riset IHL Group menemukan bahwa daerah Asia Pasifik mengalami kerugian sebesar $642 miliar akibat data persediaan yang tidak akurat. Untuk mengurangi risiko-risiko tersebut, Anda perlu memahami cara mengoptimalkan manajemen persediaan perusahaan Anda.
Key Takeaways Manajemen persediaan adalah proses mengatur pemesanan, penyimpanan, penggunaan, dan pengendalian stok perusahaan agar jumlah barang optimal dengan biaya serendah mungkin. Kelola persediaan menggunakan metode EOQ, JIT, FIFO, LIFO, ABC analysis, periodic review, dan safety stock. Optimalkan manajemen inventaris dengan memantau tingkat persediaan, menggunakan FIFO atau FEFO, meningkatkan hubungan dengan vendor, mengaudit inventaris secara berkala, dan menggunakan sistem otomatis.
Manajemen persediaan adalah proses mengatur pemesanan, penyimpanan, penggunaan, dan pengendalian stok perusahaan agar jumlah barang optimal dengan biaya serendah mungkin. Kegiatan ini mencakup pengelolaan berbagai jenis persediaan, mulai dari: Misalnya, perusahaan ritel perlu memastikan stok unit populer selalu tersedia di rak. Sebaliknya, pabrik manufaktur harus mengatur bahan baku supaya produksi tidak berhenti di tengah jalan.
Manajemen inventaris menjaga stabilitas bisnis, terutama saat menghadapi situasi tak terduga. Berikut fungsi manajemen persediaan dalam pengelolaan operasional: Dalam pengelolaan persediaan, ada beberapa faktor yang harus Anda monitor, yaitu:
Bisnis tidak boleh mengelola persediaan dengan sembarangan. Ada berbagai metode yang dapat Anda gunakan untuk kebutuhan perusahaan yang berbeda, seperti: Untuk operasional gudang di Indonesia; Anda wajib menaati regulasi, seperti Permendag No. 90/2014 tentang Penataan dan Pembinaan Gudang. Penerapan manajemen persedian berbeda-beda antar industri. Oleh karena itu, berikut contoh manajemen inventaris di tiga industri: Sektor manufaktur menggunakan berbagai metode manajemen. Contoh yang jelas adalah Toyota menggunakan Just-in-Time (JIT) untuk memesan komponen sesuai kebutuhan proses produksi. Namun, FIFO juga sering digunakan dalam industri manufaktur. Misalnya, pabrik mungkin menggunakan stok yang pertama masuk terlebih dahulu untuk mencegah degradasi bahan baku. Bisnis ritel, seperti supermarket, cenderung menggunakan FIFO untuk mengelola produk yang tidak tahan lama. Staf akan menempatkan produk perishable yang baru tiba di belakang produk yang akan kedaluwarsa untuk menghindari kerugian akibat barang expired. Perusahaan farmasi juga menggunakan FIFO atau FEFO biar obat-obatan yang mendekati tanggal kedaluwarsa dijual terlebih dahulu. Industri logistik menggunakan safety stock untuk memastikan proses pemenuhan berjalan dengan lancar. Fulfillment center milik perusahaan E-commerce menyimpan safety stock sebagai persiapan menghadapi lonjakan permintaan. Hal yang sama berlaku untuk logistics warehouse dan distribution center, di mana kekurangan stok seringkali menyebabkan keterlambatan pengiriman.
Persediaan adalah aset paling likuid setelah kas, tapi juga paling rentan menimbulkan biaya tersembunyi jika salah kelola. Optimalisasi manajemen inventaris menjaga operasional dan meningkatkan daya saing bisnis Anda. Selain itu, ini juga mencegah: Optimasi inventory juga merupakan standar praktik terbaik di banyak industri: Setelah menerapkan manajemen persediaan, Anda perlu meningkatkannya. Berikut lima cara untuk membuat pengelolaan persediaan Anda maksimal: Tentukan tingkat stok minimum untuk setiap produk agar Anda tahu kapan harus memesan ulang. Misalnya, jika Anda menetapkan PAR level mie instan sebesar 50 bungkus dan jumlahnya turun ke 45; Anda perlu mengisi kembali stok. Dengan cara ini, rak tidak akan pernah kosong. Catatan: Gunakan sistem inventory yang mampu mengotomatiskan pengingat stock level supaya Anda tidak perlu mengecek secara manual dan rutin. Terapkan metode FIFO atau FEFO dalam gudang Anda. FIFO pas untuk industri dengan stok yang tidak boleh lama-lama di warehouse, seperti ritel dan F&B. Sebaliknya, FEFO (First Expired, First Out) ideal untuk produk dengan tanggal kedaluwarsa. Kedua metode ini membantu Anda menjaga kualitas barang dan mengurangi waste. Untuk mengoptimalkan manajemen inventaris, Anda juga perlu meningkatkan manajemen supplier. Pastikan Anda memiliki komunikasi yang baik dengan pemasok Anda. Ketahui waktu yang tepat untuk melakukan pemesanan ulang. Jangan lupa untuk mendokumentasi kesepakatan antara Anda dan pemasok dengan jelas. Tergantung pada jumlah aset Anda, lakukan stock opname sekali dalam sebulan, triwulan, atau setahun. Ini akan mencocokkan jumlah aktual barang dalam persediaan dengan laporan akuntansi. Anda dapat mengetahui produk mana yang berlebihan atau kekurangan, dan mengurangi pembelian berlebihan. Gantikan sistem manual Anda dengan software, terutama jika bisnis Anda bergerak di industri ritel atau manufaktur. Aplikasi inventaris memudahkan perhitungan SKU, dibandingkan dengan metode manual. Anda dapat memantau stock level hingga membuat laporan dalam satu dashboard. Misalnya, distributor elektronik bisa langsung tahu stok model mana yang menipis dengan peringatan dari sistem. Cari sistem persediaan barang yang sesuai dengan bisnis Anda. Salah satu software inventory yang dapat Anda gunakan adalah HashMicro. Sistem ini memudahkan pencatatan transaksi dan pengelolaan blanket order dalam satu platform. Ketika mengelola persediaan, Anda perlu menggunakan aplikasi untuk manajemen persediaan barang. Sistem ini membantu bisnis mencapai efisiensi maksimal. Anda dapat mempercepat proses pengadaan dan menjaga akurasi data persediaan di seluruh gudang. Berikut beberapa fitur utama yang wajib ada dalam sistem persediaan Anda: Dengan demikian, Anda perlu mengoptimalkan manajemen persediaan dalam perusahaan Anda. Konsep ini penting untuk memastikan ketersediaan barang dan kelancaran aktivitas bisnis. Bila Anda tidak mengelola inventaris dengan baik, hal itu akan mengakibatkan kerugian yang besar bagi bisnis Anda. Karena itu, Anda harus memilih metode manajemen yang tepat dan memantau tingkat persediaan Anda setiap saat. Gunakan sistem yang terstruktur, sehingga Anda memiliki waktu yang lebih mudah saat mencatat dan mengaudit inventaris. Tujuan dari manajemen inventaris adalah untuk meningkatkan akurasi dan kontrol stok, menjaga keseimbangan antara ketersediaan barang dan efisiensi biaya, mencegah penumpukan atau kekurangan stok, memastikan kebutuhan pelanggan terpenuhi tepat waktu, serta meningkatkan profit margin bisnis. Inventory management memiliki alur proses: 1) perencanaan dan forecasting persediaan, 2) pemesanan SKU yang mendekati batas minimum, 3) quality control stok yang baru masuk, 4) penyimpanan stok yang lolos di rak gudang, 5) peninjauan dan penyetujuan purchase order, 6) pemenuhan pesanan, 7) pembaharuan data dalam sistem inventory, dan 8) restock SKU yang dekat dengan batas minimum. Anda dapat menggunakan sistem inventory atau sistem manajemen pergudangan untuk meningkatkan kontrol persediaan. Keduanya bisa diintegrasikan dengan RFID atau barcode untuk mempermudah pelacakan produk. Anda juga dapat menggunakan sistem ERP atau POS yang terintegrasi dengan modul inventaris. Sistem persediaan barang penting karena sistem ini meningkatkan inventory visibility dan memberikan angka persediaan yang jelas. Tidak mengetahui berapa banyak stok dalam gudang Anda akan meningkatkan risiko stockout, overstock, obsolescence, shrinkage, dan stock value leakage. Dengan visibilitas terhadap persediaan, Anda dapat mengidentifikasi dan mengelola barang “mati”. Apa itu Manajemen Persediaan?
Fungsi Manajemen Persediaan
Faktor yang Perlu Anda Perhatikan dalam Manajemen Inventaris
Metode-metode Manajemen Persediaan

Contoh Sistem Persediaan Barang di Berbagai Industri
1. Manufaktur
2. Ritel
3. Logistik
Mengapa Manajemen Persediaan Harus Dioptimalkan?
Bagaimana Cara Memaksimalkan Manajemen Inventaris?

1. Atur & pantau tingkat persediaan
2. Gunakan metode FIFO & FEFO dalam manajemen inventaris
3. Optimalkan manajemen supplier
4. Lakukan audit inventaris secara regular
5. Adopsi sistem inventaris otomatis
Optimalkan Manajemen Persediaan dengan Sistem Inventory
Kesimpulan
Pertanyaan Seputar Manajemen Persediaan
Apa tujuan dari manajemen persediaan yang efektif dalam manajemen operasional?
Apa alur proses manajemen persediaan?
Apa saja sistem yang dapat digunakan untuk meningkatkan pengendalian persediaan?
Mengapa sistem persediaan penting?









