Setelah setiap periode berakhir, perusahaan Anda harus melakukan stock take atau stock opname. Hal ini memastikan nilai inventaris di dokumen keuangan Anda akurat. Selain itu, Anda juga mendapatkan data yang dibutuhkan untuk menjaga kesehatan keuangan bisnis Anda.
Sebuah riset IHL Group menemukan bahwa stockout dan overstock menyebabkan kerugian sekitar $1.77 triliun secara global pada tahun 2025. Namun, jika Anda memiliki data yang akurat, Anda dapat mencegah inefisiensi internal dan mendeteksi stok yang hilang. Oleh karena itu, Anda perlu memahami stock take dan stock opname secara menyeluruh.
Key Takeaways
Stock take adalah proses perhitungan fisik stok barang untuk memverifikasi catatan inventaris, yang dilaksanakan secara rutin.
Stock opname adalah proses mencocokkan data stok barang dengan jumlah aset di gudang lewat rekonsiliasi berkala.
Stock take dan stock opname berbeda dari aspek fokus, target, tujuan, frekuensi, dan siapa yang melakukan proses itu.
Pengertian Stock Take dan Stock Opname
Sebelum membahas perbedaan antara stock take dan stock opname, Anda perlu mengetahui pengertiannya terlebih dahulu:
1. Pengertian Stock Take
Stock take adalah proses perhitungan fisik stok barang untuk memverifikasi catatan inventaris. Tim internal atau eksternal akan menghitung jumlah dan kondisi unit di gudang secara rutin. Setelah itu, mereka akan membandingkan hasilnya dengan angka di sistem.
Ada beberapa jenis stock take, yaitu:
- Periodik: stock take berkala. Metode ini cocok untuk bisnis UMKM karena mereka hanya perlu merekap data setiap akhir periode.
- Perpetual: stock take dilakukan sepanjang tahun. Metode ini lebih pas untuk perusahaan dengan struktur persediaan yang besar.
- Annual: stock take setahun sekali.
- Cycle counting: stock take sebagian aset secara berkala. Bisnis biasanya menggunakan metode ini agar mereka tidak perlu menghentikan operasional.
- Spot check: stock take secara acak dan mendadak.
2. Pengertian Stock Opname
Stock opname adalah proses mencocokkan data stok barang dengan jumlah barang di gudang lewat rekonsiliasi. Ini dilakukan secara berkala oleh tim internal atau eksternal, tergantung keputusan perusahaan Anda. Mereka mulai dengan membandingkan total stok di rak dengan data sistem. Kemudian, mereka mencari tahu penyebab perselisihan dan membuat laporan stock opname.
Terdapat beberapa jenis stock opname yang dapat Anda lakukan:
- Daily: stock opname setiap hari. Jenis ini cocok untuk toko yang menjual produk FMCG (Fast Moving, Consumer Goods), seperti makanan dan obat-obatan.
- Periodic: stock opname yang dilaksanakan setiap periode, secara berkala.
- Annual: stock opname setahun sekali. Bisnis cenderung melakukan ini untuk keperluan laporan keuangan dan perpajakan.
Manfaat Stock Take dan Stock Opname
Metode stock take dan stock opname memiliki banyak manfaat bagi bisnis yang menerapkannya. Berikut penjelasannya:
1. Manfaat Stock Take
- Memastikan data akurat: Perhitungan rutin memastikan jumlah semua SKU sudah tercatat dengan benar. Hal ini penting karena stok barang ada dalam neraca saldo dan neraca keuangan dalam bentuk inventory.
- Mencegah overstocking: Dengan menggunakan data stok yang benar, Anda dapat forecast permintaan dan menentukan stock level yang optimal.
- Mencegah barang out-of-stock: Anda dapat menetapkan reorder point dan mengidentifikasi produk yang perlu diisi ulang, dengan data akurat.
- Membantu inventory cleaning: Lewat stock taking, Anda dapat mendeteksi dan menangani stok lama. Ini bisa berkisar dari damaged good hingga dead stock.
- Mendeteksi barang yang hilang: Stock take memudahkan proses pelacakan barang yang hilang. Secara tidak langsung, metode ini membantu Anda mendeteksi pencurian produk.
2. Manfaat Stock Opname
- Menjamin keakuratan data: Metode stock opname mencocokkan jumlah aset secara berkala, sehingga memastikan nilai stok barang sudah benar.
- Mengontrol anggaran perusahaan: Stock opname mengurangi jumlah dead stock dalam gudang Anda, yang memakan tempat dan biaya.
- Menekan risiko shrinkage dan stockout: Data historis akurat mengidentifikasi produk yang populer dan tidak populer. Anda dapat menggunakan ini untuk menentukan barang mana yang sebaiknya dibeli dan mana yang tidak.
- Mengurangi kerugian bisnis: Anda dapat mengambil keputusan berbasis data, menggunakan metode stock opname. Keputusan-keputusan ini dapat mencakup alokasi anggaran hingga perancangan strategi diskon.
Perbedaan Stock Take dan Stock Opname
Di Indonesia, banyak bisnis yang menganggap bahwa stock take dan stock opname adalah hal yang sama. Meskipun mereka berdua merekonsiliasi data, keduanya memiliki beberapa perbedaan dalam praktik, yaitu:
| Aspek | Stock Take | Stock Opname |
|---|---|---|
| Fokus | Menghitung jumlah stok barang riil di gudang. | Rekonsiliasi data sistem dengan jumlah stok barang secara fisik. |
| Target | Seluruh stok barang. | Umumnya seluruh stok barang, tetapi bisa sebagian (melalui Partial Stock Opname). |
| Tujuan | Menjamin keakuratan stok barang. | Mendeteksi perselisihan antara data sistem dan jumlah fisik. |
| Kapan | Tergantung jenis stock take (periodik, perpetual, annual, cycle counting atau spot check). Namun, umumnya ini terjadi setiap periode. | Tergantung jenis stock opname (daily, periodic, atau annual). |
| Tanggung jawab siapa | Tim internal (stocktaking committee, manajer, stocktaker, dan auditor) atau vendor outsourcing. | Tim internal (auditor, staf gudang, supervisor, tim inventory control, dan tim akuntansi) atau tim eksternal. |
Dengan perbedaan antara stock take dan stock opname, Anda tidak akan terkejut bahwa setiap proses lebih cocok untuk situasi-situasi tertentu. Contohnya, lakukan proses stock take saat: Anda sebaiknya melakukan stock opname pada waktu berikut: Stock take dan stock opname mengikuti alur kerja yang serupa. Jadi, berikut adalah langkah-langkah untuk melakukan stock take dan stock opname:
Anda dapat merekap stok barang di berbagai platform, seperti: Excel adalah media paling dasar yang dapat Anda gunakan untuk melakukan rekapitulasi data. Ini fleksibel dan mudah disesuaikan, tetapi rentan terhadap kesalahan manual. Spreadsheet cocok untuk perusahaan kecil dan menengah (UMKM) atau bisnis dengan struktur sederhana. Seiring bertambahnya ukuran dan struktur inventaris, Anda perlu beralih ke aplikasi stok barang. Sistem ini merekam data secara real-time. Anda dapat menggunakannya bersama teknologi RFID atau barcode supaya pencatatan dan pemantauan lebih efisien. Karena itu, aplikasi ini cocok untuk perusahaan dengan banyak unit produk atau cabang. Selama proses stock take dan stock opname, ada beberapa kesalahan umum yang perlu Anda waspadai: Salah satu kesalahan paling umum dengan proses stock take dan stock opname. Kesalahan manusia dapat menyebabkan perhitungan ganda secara tidak sengaja dan beberapa barang terlewatkan. Bahkan dengan teknologi pun, kesalahan typo dan entri duplikat masih dapat terjadi. Perencanaan dan persiapan bisnis adalah tahap penting dalam merekap data. Apabila Anda tidak menetapkan tugas staf terlebih dahulu, tim Anda tidak akan bekerja secara efisien. Hal ini juga berlaku ketika Anda mengabaikan training atau tidak mengorganisir gudang sebelum Hari-H. Proses akan memakan waktu karena staf mungkin harus mengumpulkan semua produk untuk satu unit terlebih dahulu. Untuk proses stock take dan stock opname yang lancar, bisnis Anda perlu SOP yang jelas. Prosedur yang sering berubah hanya akan membingungkan tim Anda. Format kode barang dan label inventaris yang berbeda akan mempersulit pelacakan stok barang. Ini dapat menyebabkan hasil rekap data yang selisih. Mengandalkan metode manual hanya akan membebani bisnis Anda. Metode ini membawa risiko tinggi salah input dan salah hitung. Anda perlu mengelola perhitungan yang mungkin kurang lengkap dan dokumen yang bisa hilang kapan saja. Seiring waktu, ini akan menghabiskan banyak waktu dan uang Anda. Agar proses stock take dan stock opname lebih mudah, Anda sebaiknya menggunakan tips di bawah ini: Buatlah Standar Operasional Prosedur (SOP) untuk masing-masing metode. SOP ini harus merinci prosedur, metode, alat, dan dokumen yang dibutuhkan. Sebagai tambahan, Anda dapat membuat SOP gudang penyimpanan barang supaya proses organisasi persediaannya lebih mudah. Gunakan teknologi dalam proses stock take dan stock opname. Misalnya: Terapkan metode double-check supaya keakuratan jumlah riil aset terjamin. Contohnya, setelah tim Anda menghitung jumlah stok di gudang, suruh mereka menghitungnya kembali. Lalu, perbaiki jumlah unit yang berbeda dan gunakan hasilnya untuk proses rekonsiliasi. Ajarkan tim Anda: Catatan: Pada H-1 stock take atau stock opname, lakukan demo singkat. Hal ini menjamin pekerja Anda tahu cara melakukannya dalam praktik. Di akhir setiap periode, lakukan audit terhadap proses dan SOP. Anda perlu mengevaluasi dan mengidentifikasi kekurangan apa pun. Ingatlah untuk meminta feedback dari orang-orang yang menjalankan proses tersebut. Ini akan meningkatkan alur kerja stock take dan stock opname bisnis Anda. Sebelum merekap data, Anda perlu mengetahui definisi stock take dan stock opname. Meskipun keduanya memiliki tujuan yang sama, masing-masing proses lebih cocok untuk situasi yang berbeda. Anda sebaiknya menggunakan stock take ketika Anda perlu memastikan keakuratan data persediaan. Sebaliknya, Anda lebih baik menggunakan stock opname saat berurusan dengan angka yang berbeda. Meskipun demikian, stock take dan stock opname membutuhkan persiapan yang mendalam. Anda harus mengorganisir lokasi dan label stok barang di gudang. Anda juga perlu merencanakan prosesnya terlebih dahulu. Dengan cara inilah, Anda dapat melakukannya dengan tepat. Pertama, susun Standard Operating Procedure (SOP) terlebih dahulu. Tentukan metode hitung yang akan mereka gunakan, serta cara menangani barang yang bermasalah. Sesudah itu, ajarkan mereka cara memasukkan data dalam count tag dan sistem. Kemudian, lakukan demo singkat sebelum Hari-H. Pilih tanggal yang akan menyebabkan gangguan operasional minimal, kemudian tetapkan tugas masing-masing anggota tim. Hentikan stock movement dan rapikan gudang persediaan Anda. Sesudah itu, siapkan stock sheet. Jangan lupa untuk memberikan briefing dan demo singkat kepada tim stock take sehari sebelumnya. Stock opname dapat memakan waktu beberapa jam hingga beberapa minggu, tergantung pada ukuran inventaris dan jumlah SKU bisnis Anda. Apabila Anda ingin stock opname Anda berlangsung untuk beberapa jam saja, Anda perlu mengoptimalkan prosesnya. Ini dapat mencakup pengoptimalan layout gudang Anda hingga penggunaan teknologi untuk memudahkan identifikasi. Perusahaan melakukan stock opname di akhir bulan karena waktunya dekat dengan proses tutup buku akhir bulan. Mereka harus memastikan bahwa angka persediaan dalam neraca keuangan akurat. Ini agar mereka dapat mengidentifikasi risiko finansial, sekaligus menilai kesehatan keuangan perusahaan. Kapan Sebaiknya Menggunakan Stock Take atau Stock Opname?
Cara Melakukan Stock Take dan Stock Opname

1. Metode Stock Take
2. Metode Stock Opname
Platform Untuk Stock Take dan Stock Opname
1. Spreadsheet Excel
2. Sistem stok barang
Kesalahan Umum dalam Stock Take dan Stock Opname
1. Kesalahan input dan hitung
2. Tidak mempersiapkan bisnis
3. SOP kurang mendalam
4. Tidak menggunakan teknologi
Tips Melakukan Stock Take dan Stock Opname

1. Buat SOP
2. Digitalkan proses
3. Double-check stok barang
4. Latih tim Anda
5. Audit secara berkala
Kesimpulan
Pertanyaan Seputar Perbedaan Stock Take dan Stock Opname
Bagaimana cara melatih karyawan untuk melakukan stock take?
Bagaimana cara mempersiapkan bisnis untuk stock take?
Berapa lama proses stock opname berlangsung?
Kenapa Stock Opname dilakukan di akhir bulan?







