Apa itu outstanding payment? Walaupun ada payment dikatanya, nyatanya pembayaran tertunda adalah pembayaran yang belum diselesaikan oleh pihak debitur dalam jangka waktu yang disetujui. Di laporan, utang ini muncul sebagai piutang usaha (accounts receivable) yang masih beredar dan belum tertagih.
Artikel ini akan membahas pengertian outstanding payment, jenis-jenisnya, formula menghitungnya, serta lima langkah praktis untuk menguranginya.
Key Takeaways
|
Apa Itu outstanding payment?
Outstanding payment adalah tagihan yang sudah jatuh tempo tapi belum dilunasi oleh pelanggan dan kerap menjadi pemicu utama tersendatnya arus kas perusahaan. Tanpa sistem pemantauan yang tepat, piutang usaha yang menumpuk dapat berkembang menjadi bad debt dan menggerus profitabilitas bisnis secara signifikan.
Sebagai contoh, jika sebuah perusahaan menerbitkan invoice senilai Rp50.000.000 dengan term of payment 30 hari, dan pembeli baru membayar Rp20.000.000 pada hari ke-25, maka sisa Rp30.000.000 tetap dicatat sebagai tagihan terutang hingga lunas. Setelah hari ke-30 dan belum dilunasi, status berubah menjadi overdue.
Kalkulasi utang secara manual terbukti memperlambat siklus penagihan. Salah satu sistem akuntansi yang terbaik dari HashMicro yang mengotomasi aging schedule, reminder penagihan, dan credit limit per pelanggan.
Tiga istilah ini sering tertukar walau mengacu pada hal yang berbeda. Memahami perbedaannya penting karena perlakuan akuntansi dan dampak ke arus kas pada masing-masing kategori juga berbeda. Dalam dunia pembayaran terutang ada tiga beda jenis. Di bawah Anda akan mengenali tiga jenis utang tersebut. Jenis paling umum berasal dari penjualan barang atau jasa secara kredit. Contoh: distributor consumer goods yang menjual ke retailer dengan term net 30 hari. Risiko utamanya adalah keterlambatan pembayaran yang menggerus modal kerja perusahaan. Tagihan antara entitas dalam satu grup usaha. Walau secara konsolidasi tereliminasi, posisi outstanding tetap perlu dikelola untuk menjaga disiplin internal cash management dan transparansi laporan per entitas. Dari sudut pandang perusahaan yang masih harus membayar vendor, istilah outstanding payment juga digunakan untuk merujuk kewajiban yang belum dilunasi. Posisi ini muncul di accounts payable, bukan piutang. Perusahaan perlu mengukur seberapa cepat piutang dapat ditagih menggunakan dua alat ukur. Utamanya yaitu formula Days Sales Outstanding (DSO) dan aging schedule yang membantu manajemen mengendalikan kesehatan arus kas secara lebih efektif. Investopedia mendefinisikan DSO sebagai indikator rata-rata jumlah hari yang dibutuhkan perusahaan untuk menagih piutang setelah penjualan dilakukan. Rumusnya: DSO = (Piutang Usaha / Total Penjualan Kredit) × Jumlah Hari dalam Periode Contoh perhitungan: jika piutang akhir bulan Rp. 600.000.000 dan total penjualan kredit selama 30 hari adalah Rp. 1.800.000.000, maka DSO = (600/1.800) × 30 = 10 hari. Semakin rendah DSO, semakin sehat siklus penagihan. Aging schedule mengelompokkan piutang berdasarkan umur tunggakan. Format yang lazim digunakan: Aging review sebaiknya dilakukan minimal satu kali per minggu agar tindakan penagihan dapat dilakukan lebih dini. Tagihan terutang yang membesar atau berumur panjang berdampak langsung pada empat area kritis: arus kas, modal kerja, risiko bad debt, dan biaya peluang. Arus kas tertahan berarti perusahaan kekurangan likuiditas untuk membayar gaji, supplier, atau pendanaan ekspansi. Modal kerja yang tergerus memaksa perusahaan mencari pendanaan eksternal dengan beban bunga. Sesuai PSAK 71 yang diterbitkan Ikatan Akuntan Indonesia dan efektif 1 Januari 2020, piutang yang menunjukkan indikasi penurunan nilai signifikan harus diakui sebagai impairment loss, yang langsung menggerus laba periode berjalan. Utang adalah hal yang dapat menimbulkan stres bagi perusahaan dan bisa menjadi bencana yang membunuh sebuah bisnis. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui cara terbaik untuk menguranginya. Sebutkan tanggal jatuh tempo, denda keterlambatan, dan diskon pembayaran cepat secara eksplisit. Term ambigu seperti “secepatnya” tidak memiliki kekuatan eksekusi. Jadwal yang efektif: H-7, H-3, dan H+1 setelah jatuh tempo. Reminder otomatis lewat email atau WhatsApp terbukti meningkatkan kepatuhan pembayaran, karena pembayaran tetap top-of-mind tanpa menambah beban administrasi Tetapkan plafon kredit berdasarkan riwayat pembayaran. Jika pelanggan mendekati limit, sistem mengunci order baru hingga tagihan lama dilunasi. Tunjuk PIC kolektor untuk setiap bucket umur. Tagihan di atas 60 hari naik ke level supervisor, di atas 90 hari dieskalasi ke legal atau debt collector eksternal. Sistem akuntansi terintegrasi yang menyatukan invoicing, aging report, dan reminder otomatis memangkas siklus penagihan secara signifikan, sekaligus memenuhi syarat pembiayaan seperti invoice financing. Perusahaan yang menerapkan integrasi ini umumnya melihat DSO turun pada rentang 30 hingga 40 persen dalam enam bulan pertama.
Template Aging ScheduleOutstanding Payment vs Outstanding Check vs Account Payable
Istilah
Definisi Singkat
Sisi Neraca
Contoh
Outstanding Payment
Tagihan yang belum dilunasi pelanggan
Aset (piutang)
Pelanggan belum bayar invoice Rp 30 juta
Outstanding Check
Cek sudah diterbitkan, belum dicairkan penerima
Mempengaruhi rekonsiliasi bank, bukan saldo
Perusahaan kirim cek Rp 10 juta, vendor belum cairkan
Account Payable
Kewajiban ke vendor yang belum dibayar
Liabilitas (utang)
Terima barang Rp 50 juta, belum bayar
Jenis-Jenis Outstanding Payment

1. Piutang Usaha dari Pelanggan
2. Piutang Antar Perusahaan (Intercompany)
3. Tagihan ke Vendor (Sisi Utang)
Cara Menghitung dan Memantau Outstanding Payment

Formula Days Sales Outstanding (DSO)
Aging Schedule
Bucket Umur
Status
Tindakan Disarankan
Contoh Saldo
0–30 hari
Current
Monitor reguler
Rp1.200.000.000
31–60 hari
Awal terlambat
Reminder dan telepon
Rp350.000.000
61–90 hari
Terlambat
Kunjungan dan surat resmi
Rp120.000.000
>90 hari
Risiko bad debt
Eskalasi legal atau collector eksternal
Rp80.000.000
Dampak Outstanding Payment Tinggi untuk Bisnis
5 Cara Mengurangi Outstanding Payment

1. Perjelas term of payment di kontrak
2. Kirim reminder otomatis sebelum jatuh tempo
3. Terapkan credit limit per pelanggan
4. Lakukan aging review mingguan
5. Gunakan sistem akuntansi terintegrasi
Unduh Template Aging Schedule Excel Gratis
Checklist Monitoring Outstanding Payment Mingguan
Tagihan terutang mudah menumpuk di bucket aging tinggi dan menggerus arus kas tanpa time review konsisten. Checklist mingguan membantu tim AR menindaklanjuti piutang lebih awal, sebelum invoice melewati 60 hari.
Semakin lama invoice tertahan, semakin kecil peluang perusahaan untuk menagih pembayaran secara penuh. Gunakan empat poin berikut sebagai standar operasional rutin Senin pagi agar monitoring utang terukur dan tidak reaktif:
Kesimpulan
Outstanding payment yang tidak dikelola dengan baik akan mengganggu arus kas dan menggerus profitabilitas perusahaan. Tetapi jangan cemas karena ada tiga langkah yang bisa diterapkan langsung supaya Anda bisa mengubah tagihan terutang menjadi utang kecil.
Pertama, petakan aging piutang secara berkala. Setelah itu, otomasi reminder pembayaran sebelum jatuh tempo dan akhirnya tetapkan credit limit per pelanggan berdasarkan riwayat. Unduh template aging schedule gratis dan cari sistem akuntansi Indonesia yang terbaik untuk membantu Anda dengan langkah pembayaran utang secara efektif.
Referensi: Ikatan Akuntan Indonesia. PSAK 71: Instrumen Keuangan (efektif 1 Januari 2020). web.iaiglobal.or.id Direktorat Jenderal Pajak. UU No. 36 Tahun 2008 tentang Pajak Penghasilan, Pasal 6 ayat 1 huruf h. pajak.go.id Investopedia. “Accounts Receivable (AR).” investopedia.com/terms/a/accountsreceivable.asp Investopedia. “Days Sales Outstanding (DSO).” investopedia.com/terms/d/dso.asp Bank Indonesia. Laporan Stabilitas Sistem Keuangan & Statistik Ekonomi dan Keuangan Indonesia (SEKI). bi.go.id/id/publikasi/laporan Outstanding payment adalah tagihan yang belum dilunasi tetapi belum tentu lewat jatuh tempo. Overdue payment khusus merujuk pada tagihan yang sudah melewati tanggal jatuh tempo. Setiap overdue adalah outstanding, tetapi tidak setiap outstanding adalah overdue. Saat invoice diterbitkan: Debit Piutang Usaha, Kredit Pendapatan. Saat pembayaran masuk: Debit Kas/Bank, Kredit Piutang Usaha. Selama belum dibayar, saldo Piutang Usaha mencerminkan total pembayaran tertunda. Tidak. Pembayaran tertunda dalam jumlah wajar adalah konsekuensi normal dari penjualan kredit yang sehat. Yang berbahaya adalah jika rasio outstanding terhadap penjualan terus membesar atau bucket di atas 90 hari mendominasi laporan aging. Tidak ada angka mutlak. Sebagai patokan, DSO sebaiknya tidak lebih panjang dari term of payment standar industri ditambah 10 hingga 15 hari. Industri retail biasanya di kisaran 20–40 hari, manufaktur 45–60 hari. Berdasarkan UU PPh No. 36 Tahun 2008 Pasal 6 ayat 1 huruf h beserta ketentuan turunannya pada PMK 207/PMK.010/2015, piutang dapat diakui sebagai bad debt fiskal setelah memenuhi syarat administratif tertentu, di antaranya telah diserahkan ke Pengadilan Negeri atau dipublikasikan di media massa.Pertanyaan Seputar Outstanding Payment
Apa beda outstanding payment dan overdue payment?
Bagaimana cara mencatat outstanding payment di jurnal?
Apakah outstanding payment selalu buruk?
Berapa DSO yang ideal?
Kapan outstanding payment dianggap bad debt?





